Selasa, 05 Oktober 2010

NOISE

Masalah-masalah dalam komunikasi data

* Delay

Selisih waktu kirim dan terima. Dipengaruhi oleh jenis media transmisi, jenis
gelombang dan lalulintas data

* Atenuasi

Pelemahan sinyal. Ditanggulangi dengan penggunaan repeater.
Masalah-masalah dalam komunikasi data

* Noise ( gangguan )

White Noise : oleh alam dan lingkungan
Black Noise : oleh kesengajaan manusia

Macam-macam White Noise

* Thermal Noise

Thermal noise ini terdapat di semua media transmisi dan pada semua peralatan komunikasi. Disebabkan oleh panas elektron dalam konduktor (agitasi termal elektron), sehingga tidak dapat dihapus / dilenyapkan. Thermal noise memiliki distribusi energi yang uniform pada spektrum frekuensi dan memiliki distribusi level yang normal (Gaussian).
Thermal noise merupakan faktor penentu batas bawah sensitivitas sistem penerima. Thermal noise tidak terlalu berpengaruh untuk transmiasi voice, tetapi akan sangat berpengaruh pada komunikasi data. Dalam komunikasi data impuls noise dapat membuat cacat sinyal yang diterima,sehingga data atau informasi yang dibawa dapat berubah artinya.
Thermal noise dapat didekati oleh suatu white noise yang memiliki rapat spektral daya yang uniform pada spektrum frekuensi. Semua peralatan dan media transmisi mempunyai saham dalam timbulnya thermal noise jika temperaturnya di atas 0o (derajat Kelvin).

Jumat, 24 September 2010

Flow Control


LANGKAH KERJA

  • Aktifkan Aplikasi troughput (wireshark)



                                                            Gambar 1.1

  • Klik capture > pilih option

            Gambar 1.2

  • Lalu akan muncul tampilan seperti gambar 1.3 lalu klik start
                                               
             gambar 1.3


  • Maka akan terlihat seperti tampilan gambar 1.4


                                                Gambar 1.4


  • Buka browser (firefox)
                           

  • Lalu kunjungi salah satu web (google)
                           
  •  Lalu akan muncul tampilan seperti gambar 1.6

·         Lalu lakukan analisis

HASIL PENGAMATAN

Perhatikan gambar gambar 1.7


Pada keterangan frame no. 63 terdapat info (TCP previews segment lost)
Ini merupakan flow control.

Coba perhatikan pada bagian Transmission control protocol berwarna kuning


Hal ini ditunjukan pada SEQ/ACK analysis terdapat informasi
[this is an ACK to the segment in frame : 62]
 ini merupakan penjelas bahwa pada frame 63 murupakan perbaikan dari frame 62
error control merupakan bagian dari flow control yang digunakan menghindari bottle neck yang berfungsi untuk mengatur kecepatan data yang disesuaikan dengan kecepatan pengiriman.

Kamis, 23 September 2010

handshaking

Langkah Kerja
1.     Buka aplikasi pen-capture packet, dalam hal ini yang digunakan adalah Wireshark.

Gambar 1: Menjalankan Wireshark

2.     Lakukan pen-capture-an packet bersamaan dengan saat pengaksesan web page dari internet (pada eksperimen ini digunakan www.google.com dan menggunakan browser Mozilla Firefox).
3.     Stop pen-capture­-an saat web page Google selesai dimuat.
4.     Analisa komunikasi yang terjadi antara PC yang dipakai dan Google, ditandai dengan adanya IP Address PC yang dipakai dan Google di kolom Source dan Destination.
5.     Analisa pola komunikasi yang terjadi
6.     Catat hasil analisis.

Hasil Pengamatan
A.    Packet pertama (no. 148) yang dikirimkan adalah packet dari 192.168.1.216 (client) ke 74.125.71.99 (server –www.google.com) berisi SYN (Synchronize) berprotokol TCP pada detik ke-1,881468.
B.    Packet kedua (no.155) dari server ke client berisi SYN dan ACK (acknowledgement) pada detik ke-2,010732 berprotokol TCP. Artinya server memberitahukan pada clent bahwa telah terjadi connection-establishment
C.    Packet ketiga (no. 156) dari client ke server berisi ACK pada detik ke-2,010793 dalam protocol TCP.
D.    Pada packet keempat (no. 157) dari client ke server, client melakukan permintaan GET / HTTP/1.1\r\n kepada server dalam protocol HTTP. Dalam packet terdapat flag PSH (push) dan ACK pada detik ke-2,011084.
E.    Pada packet kelima (no.181) dikirimkan ACK dari server ke client atas packet 157 dalam protocol TCP pada detik ke-2,249339 di protocol TCP.
F.    Pada packet keenam (no. 182) diberitahukan oleh server kepada client bahwa data yang diminta ada pada server dan berbentuk file text/html (code 302) pada detik ke-2,253199 pada protocol HTTP.
G.    Packet no. 185 (ke-7) dari client-broadcast ke server HTTP dikirimkan untuk merequest pendirian koneksi (SYN) pada detik ke-2,335676 pada protocol TCP.
H.    Packet ke-8 (no. 187) dari client ke server HTTP berisi ACK respon packet no. 182, detik ke-2,359543 dalam protocol TCP.
I.       Pada packet ke-9 (no. 202) server mengirim pesan SYN dan ACK kepada client-broadcast dalam protocol HTTP, di detik ke-2,498382 – Koneksi antara client-broadcast dan server telah didirikan.
J.     Pada packet ke-10 (no. 203) client-broadcast mengirim pesan ACK pada server atas packet no. 202 pada detik ke-2,498416.
K.    Packet ke-11 no. 204 pada detik ke-2,501721 berisi permintaan client untuk mendapat data HTTP/1.1.
L.     Packet ke-12 no. 217 pada detik ke-2,658849: request diterima server. Pada keterangan yang diterakan pada penganalisa packet Wireshark, packet ini adalah respon dari packet 204.
M.    Packet ke-13 sampai ke-17 (kecuali no. 15) dari no. 218 sampai 222 kecuali 220 merupakan pengiriman bagian-bagian dari content yang diminta client dari server HTTP. Packet ke-13 diterima pada detik ke-2,671418 det., packet ke-14 diterima pada detik ke-2,683250, packet ke-16 diterima pada detik ke-2,696098, packet ke-17 diterima pada detik ke-2,708878. –TCP segment of a reassembled PDU-
N.    Pada packet ke-15 (220) dan packet ke-18 (223), client-broadcast mengirimkan ACK pada server bahwa bagian-bagian dari content telah diterima, dan kedua packet ii diterima masing-masing pada detik ke-2,683317 dan detik ke-2,708945
O.   Pada packet ke-16 dikirimkan informasi dari server ke client bahwa content HTTP/1.1 yang berbentuk text/html telah selesai dikirimkan, yang mana packet ini diterima pada detik ke-2,714659.
P.     Total komunikasi antara client dan server adalah 16 packet.
Q.   Total waktu yang dihabiskan 0,833191 detik untuk mengakses www.google.co.id. 
Capture Hasil & Analisis Gambar

Gambar 2: Komunikasi antara client-server -packet pertama no. 148
Bisa kita lihat pada kolom paling kanan diterakan bahwa packet dikirimkan dari isis (nama lain dari browser Mozilla Firefox) ke server HTTP dari www.google.com. SYN di sini berarti connection establish request (permintaan pendirian koneksi).

Gambar 3:Packet no. 155
Server Google memberitahukan pada client perequest bahwa connection telah berdiri. Ditandai dengan adanya message SYN ACK (Synchronization Acknowledgement). Dan packet 155 merupakan respon dari packet 148.

Gambar 4:Expert Info SYN ACK

Gambar 5: Packet 155: respon dari packet no. 148

Gambar 6: Packet 156
Lihat gambar 6, packet ini berisi ACK, untuk memberitahukan bahwa packet no. 155 telah diterima oleh client sebagai perequest connection.

Gambar 7: ACK untuk frame (packet) 155

Gambar 8: Packet 157
Pada packet no. 157, client mengirimkan request pada server terhadap content HTTP 1.1 yang bisa diolah browser. Dalam packet ada berbagai keterangan tentang batasan-batasan content yang diminta.

Gambar 9: Isi packet 157 dan batasan-batasan content
Setelah packet ini dikirimkan ke server, maka server memberitahu pada client bahwa content yang diinta ada pada server dan berbentuk text/html. Di dalam informasi diterakan code 302 yang berarti found.

Gambar 10: HTTP/1.1 302 Found

Gambar 11: Permintaan isis broadcast untuk mensinkronisasi koneksi
Perhatikan gambar 11, pada kolom info pengirim packet adalah isis-bcast (broadcast). Apakah perbedaannya dengan isis?

Gambar 12: ACK terhadap packet no. 182

Gambar 13: Analisis ACK packet 187
Isis merespon atas packet 182 (yang berisi pemberitahuan bahwa HTTP/1.1 302) dengan mengirimkan ACK. Ini berarti bahwa packet 182 benar-benar diterima oleh isis.

Gambar 14: Respon server www.google.com terhadap request isis-bcast
Server Google telah merespon dengan SYN ACK pada packet no.202, berarti koneksi antara isis-bcast dan server HTTP Google sudah berdiri.

Gambar 15: isis-bcast telah menerima packet no.202
Isis-bcast memberitahu pada server Google bahwa pemberitahuan pendirian koneksi telah diterima.

Gambar 16: permintaan get / http/1.1
Isis broadcast meminta content HTTP/1.1 pada server (yang tadi sudah dikonfirmasikan dengan kode 302 pada isis).

Gambar 17: server HTTP telah menerima permintaan isis-bcast
Koneksi telah benar-benar berdiri, request telah diterima, content text/html mulai dikirimkan.

Gambar 18: proses pengiriman content pada isis-broadcast

Gambar 19: Tujuan packet
Kita lihat bahwa content dibagi-bagi dalam beberapa packet, dan setiap dua segment dari perakitan kembali PDU, isis-bcast mengirimkan ACK bahwa setiap segment telah diterima dengan baik. Saat content telah selesai dikirim, bersamaan dengan packet terakhir, diselipkan informasi bahwa seluruh content telah selesai ditransfer.

Kamis, 19 Agustus 2010

Hasil Praktek Enkapsulasi

Hasil Praktek
ENKAPSULASI
Ø  HASIL PRAKTIKUM
Langkah Praktek

Setelah buka wireshark, klik pada capture dan pilih options

Setelah itu terlihat tampilan sebagai berikut

Lalu klik start

Lalu coba browser maka akan terllihat tampilan sebagai berikut

Lalu analisa data yang ada


Ø  DATA ANALISA
Proses yang akan dianalisa adalah proses enkapsulasi
Enkapsulasi merupakan sebuah proses yang membuat satu jenis paket data jaringan menjadi jenis data lainnya. Enkapsulasi terjadi ketika protokol yang berada pada lapisan yang lebih rendah menerima data dari protokol yang berada di lapisan lebih tinggi dan meletakkan data ke format data yang dipahami oleh protokol tsb. Dalam OSI Reference Model, proses enkapsulasi terjadi pada lapisan terendah yang disebut "framing". Beberapa jenis enkapsulasi antara lain:
1. Frame Ethernet yang melakukan enkapsulasi terhadap datagram yang dibentuk oleh Internet Protocol (IP), yang dalam datagram tsb melakukan enkapsulasi terhadap paket data yang dibuat oleh protokol TCP atau UDP. Data yang dienkapsulasi oleh protokol TCP atau UDP tersebut merupakan data aktual yang ditransmisikan melalui jaringan.
2. Frame Ethernet yang dienkapsulasi ke dalam bentuk frame Asynchronous Transfer Mode (ATM) agar dapat ditransmisikan melalui backbone ATM.
Ø  HASIL ANALISA


GET /HTTP/1.1\r\n
Connection: keep-alive\r\n
User-Agent: Mozilla/5.0 (windows NT 5.1; en-US) Applewebkit/533.4 (KHTML, like Gecko) Chrome/5.0.375.126 Safari/533.4\r\n
Accept-Encoding: gzip,deflate,sdhc\r\n
Accept-Langage: en-GB, en-US; q=0. 8, en; q=0.6\r\n
Accept-Charset: ISO-8859-1, utf-8; q=0.7; *; q=0.3\r\n


GET /HTTP/1.1\r\n
Maksudnya adalah isi http yang ingin kita minta halamannya


Yang dimaksud adalah host yang kita tuju atau yang kita minta

Kesimpulan:

Source port: univ-appserver (1233)
Destination port: http (80)
[Stream index: 7]
Sequence number: 1185 (relative sequence number)
Header length: 20 bytes


Source port: univ-appserver (1233)
Maksudnya dia menjelaskan sumber dari frame data yang telah muncul saat frame permintaan halaman adalah port dari aplikasi. Nomor dari port itu tergantung pada browser yang digunakan

Destination port: http (80)
Menjelaskan alamat yang kita tuju. Jadi jika kita sedang browsing meminta halaman yang kita inginkan, saat itu kita mengirimkan request ke alamat tujuan.


Header length: 20 bytes
Maksudnya panjang header pada lapisan http sebesar 20 bytes


Version: 4
Header length: 20 bytes
Different Services Field: 0x00; Default; ECN; 0x00
Total length: 584
Identification: 0x4fgf
Protocol: TCP (0x06)
Source: 192.168.1.14
Destination: 64.233.181.104


Version: 4
Versi IP yang kita gunakan


Header length: 20 bytes
Panjang header IP sebesar 20 bytes
Total length: 584
Total length setelah ditambahkan dengan panjang header IP


Protocol: TCP (0x06)
Protocol yang digunakan yaitu TCP

Source: 192.168.1.14
Alamat sumber yang berbentuk IP address yang mengirimkan frame yang kita inginkan

Destination: 64.233.181.104
Alamat tujuan yang berbentuk IP address yang meminta alamat sumber untuk mengirimkan frame yang diinginkan


Destination: 94:0c:6d:ba:06:08
Source: Foxconn_a8:d5:10
Type: IP (0x0800)

Destination: 94:0c:6d:ba:06:08
Alamat tujuan yang telah diubah dari bentuk IP address menjadi alamat MAC address

Source: Foxconn_a8:d5:10
Alamat sumber yang telah diubah menjadi bentuk MAC address

Type: IP (0x0800)
Tipe protocol yang digunakan yaitu IP (0x0800)


Arrival time: Aug 18, 2010 13:28:07.743649000
Frame number: 91
Frame length: 598 bytes
Capture length: 598 bytes
[protocols in frame: eth:ip:tcp:http]
[coloring rule name: http]
[coloring rule string: http || tcp.port ==80]

Arrival time: Aug 18, 2010 13:28:07.743649000
Yang dimaksud adalah waktu pengcapturan data

Frame number: 91
Nomor frame yang di analisa

Frame length: 598 bytes
Panjang frame atau juga bisa dianggap panjang frame total yaitu 598 bytes

Capture length: 598 bytes
Panjang capture yang dianalisa yaitu 598 bytes


[protocols in frame: eth:ip:tcp:http]
Protocol-protocol yang ada di frame yaitu ada Ethernet, IP, TCP, dan HTTP

Senin, 02 Agustus 2010

Perangkat Jaringan


Perangkat Jaringan
1. Repeater
Repeater berfungsi untuk memperpanjang rentang jaringan dengan cara memperkuat isyarat elektronik. Dengan menggunakan repeater, LAN yang memakai ethernet dapat diperpanjang rentang jaringannya sampai 20 km dengan memasang repeater pada setiap 2,5 km.
2. Hub
HUB sangat terkenal pada era 95-an. HUB dibagi menjadi dua macam, yaitu Active HUB an Passive HUB. Passive hub tidak menggunakan listrik, karena tugasnya hanyalah meneruskan sinyal data ke semua komputer-komputer yang terhubung ke HUB. Jenis HUB ini benar-benar sangatlah tua, bahkan, sayapun belum pernah melihatnya secara fisik, namun, secara teori sudah lah, hehehe.
Active HUB fungsinya sama seperti Passive HUB,  pada saat menjalankan tugasnya, dirinya perlu Listrik untuk dapat bekerja, Active HUB juga berfungsi untuk menguatkan sinyal (Fungsi Repeater) sehingga jangkauan antara komputer dan HUB bisa lebih jauh. Jenis inilah yang sering dipakai, meskipun sudah banyak yang digantikan dengan Switch.
HUB berfungsi meneruskan signal kesemua Port (Broadcast) sehingga ketika komputer “SUMBER” mengirim data ke komputer “TUJUAN”, data tersebut sebenarnya juga diterima oleh computer “LAIN” Akibatnya adalah ketika computer “LAIN” menjalankan program Sniffer, maka dengan mudah para Hacker bisa mencuri data-data seperti Password, PIN [Internet Banking], serta berbagai informasi berharga lainnya tanpa perlu menyerang computer manapun [Contoh disini adalah “SUMBER” dan “TUJUAN”] dan aktifitas Sniffing ini jugalah yang bisa mematahkan sedikit anggapan orang bahwa untuk mencuri suatu data harus menyerang computer korban dengan menanamkan Keylogger atau Trojan.
Kini anda bisa memahami bahayanya penyerang Network Sniffing ini, karena kelemahan yang sangat-sangat tidak disengaja (Sebenarnya yang membuat HUB tadinya saya yakin bahwa niatnya baik) bisa menjadi malapetaka bagi para pemakainya.
Hub adalah perangkat jaringan yang terdiri dari banyak port untuk menghubungkan Node atau titik hup-dan-switch sehingga membentuk jaringan yang saling terhubung. Jika port yang tersedia tidak cukup untuk menghubungkan semua komputer yang akan dihubungkan ke dalam satu jaringan dapat digunakan beberapa hub yang dihubungkan secara up-link.
Port yang tersedia biasanya sampai 8, 16, 24 atau lebih banyak sesuai kebutuhan Anda. Untuk kecepatan, Anda dapat menggunakan HUB 10 atau Switch 10/100. Sebaiknya menggunakan 10/100 karena dapat digunakan untuk jaringan berkecepatan maksimal 10 atau 100. Hub ada yang mendukung penggunaan kabel coax yang mendukung topologi BUS dan UTP yang mendukung topologi STAR.
Hub dan switch mempunyai kecepatan transfer data sampai dengan 100 Mbps bahkan switch sudah dikembangkan sampai kecepatan 1 Gbps.
3. Bridge
Bridge adalah alat yang digunakan untuk menghubungkan antar jaringan yang mempunyai protokol yang sama pada suatu jaringan. Bridge berfungsi untuk memisahkan sebuah jaringan yang luas menjadi segment yang lebih kecil di data link layer pada OSI dan menyekat jaringan. Bridge membaca alamat MAC (media access control) dari setiap paket data yang diterima yang kemudian akan mempelajari dridging table untuk memutuskan apa yang akan dikerjakan bridge selanjutnya pada paket data tersebut. jika switch menpunyai domein collision sendiri-sendiri disetiap portnya, begitu juga dengan bridge memiliki domain collision tetapi juga dapat membaginya dari sebuah domain collision yang besar menjadi yang lebih kecil. Bridge hanya akan melewatkan paket data antar segment - segment jika hanya segment itu sangat diperlukan. Jika jaringan diperlambat dengan adanya lalulintas yang penuh maka jaringan dapat dibagi menjadi dua kesatuan yang lebih kecil.
Terdapat tiga jenis bridge jaringan yang umum dijumpai:
            > Bridge Lokal : sebuah bridge yang dapat menghubungkan segmen-segmen jaringan lokal.
            > Bridge Remote : dapat digunakan untuk membuat sebuah sambungan (link) antara LAN untuk                                                             membuat sebuah Wide Area Network.
            > Bridge Nirkabel : sebuah bridge yang dapat menggabungkan jaringan LAN berkabel dan                                                   jaringan LAN nirkabel.


Bridge juga dapat digunakan jaringan yang mempunyai media fisik yang berbeda. Contohnya jaringan yang menggunakan fiber obtik dengan jaringan yang menggunakan coacial.



4. Switch
Switch merupakan pengembangan dari konsep Bridge. Ada dua arsitektur dasar yang digunakan pada switch, yaitu cut-through dan store and forward. Switch cut-through mempunyai kelebihan di sisi kecepatan karena ketika sebuah paket datang, switch hanya memperhatikan alamat tujuan sebelum diteruskan ke segmen tujuannya, sedangkan switch store and forward menerima dan memeriksa seluruh isi paket sebelum meneruskannya ke tujuan dan untuk memeriksa paket memerlukan waktu, tetapi proses ini memungkinkan switch mengetahui adanya kerusakan pada paket data dan mencegahnya agar tidak mengganggu jaringan. Terdapat beberapa kelebihan karena semua segmen jaringan memiliki bandwidth 10 Mbps penuh. Tidak terbagi seperti share network pada penggunaan Hub.
Switch Sebuah alat yang menyaring/filter dan melewatkan(mengijinkan lewat) paket yang ada di sebuah LAN. Switcher bekerja pada layer data link pada model OSI. sehingga dapat bekerja untuk paket protokol apapun.
5. Router
Router adalah alat yang bertugas untuk mengantarkan paket data dalam jaringan. Router dapat digunakan jika tersambung paling tidak dengan dua jaringan yang berbeda sehingga pengaturan tersebut membutuhkan sebuah router. Router berada di sisi gateway sebuah tempat dimana dua jaringan LAN atau lebih untuk disambungkan. Router menggunakan HEADERS dan daftar tabel pengantar (Forwarding Table) untuk menentukan posisi yang terbaik untuk mengantarkan sebuah paket jaringan dan juga menggunakan protokol seperti ICMP, HTTP untuk berkomunikasi dengan LAN lainnya dengan konfigurasi terbaik untuk jalur antar dua host manapun.
Router dapat menentukan path (alur) data antara dua jaringan yang paling eficien. Router beroperasi pada lapisan Network (lapisan ketiga OSI). Router tidak mempedulikan topologi dan tingkat acces yang digunakan oleh jaringan. Karena ia beroperasi pada lapisan jaringan. Ia tidak dihalangi oleh media atau protokol komunikasi. Router hanya mengetahui dimana router berikutnya ditempatkan. Ia dapat digunakan untuk menghubungkan jaringan yang menggunakan protokol tingkat tinggi yang sama.
Jika paket data tiba di router, ia menentukan rute yang terbaik bagi paket dengan mengadakan pengecekan pada tabel router. Ia hanya melihat paket yang dikirimkan kepadanya oleh router sebelumnya.
Sumber:
Ø      Rpraja blog
Ø      Afif cahya blog
Ø      wikipedia

Kamis, 22 Juli 2010

enkapsulasi

enkapsulasi
Enkapsulasi secara umum merupakan sebuah proses yang membuat satu jenis paket data jaringan menjadi jenis data lainnya. Enkapsulasi terjadi ketika protokol yang berada pada lapisan yang lebih rendah menerima data dari protokol yang berada di lapisan lebih tinggi dan meletakkan data ke format data yang dipahami oleh protokol tsb. Dalam OSI Reference Model, proses enkapsulasi terjadi pada lapisan terendah yang disebut "framing". Beberapa jenis enkapsulasi antara lain:
1. Frame Ethernet yang melakukan enkapsulasi terhadap datagram yang dibentuk oleh Internet Protocol (IP), yang dalam datagram tsb melakukan enkapsulasi terhadap paket data yang dibuat oleh protokol TCP atau UDP. Data yang dienkapsulasi oleh protokol TCP atau UDP tersebut merupakan data aktual yang ditransmisikan melalui jaringan.
2. Frame Ethernet yang dienkapsulasi ke dalam bentuk frame Asynchronous Transfer Mode (ATM) agar dapat ditransmisikan melalui backbone ATM.
Lapisan data-link dalam OSI Reference Model merupakan lapisan yang bertanggung jawab dalam melakukan enkapsulasi atau framing data sebelum ditransmisikan media jaringan (kabel, radio, atau cahaya). Dalam teknologi jaringan Local Area Network (LAN), dilakukan oleh Carrier sense multiple access with collision detection (CSMA/CD) untuk jaringan Ethernet; token-passing untuk jaringan Token Ring, dll.
Agar sebuah data dapat terkirim dengan baik perlu dilakukan enkapsulasi terhadap data tersebut. Enkapsulasi adalah sebuah proses menambahkan header dan trailer atau melakukan pemaketan pada sebuah data. Dengan enkapsulasi data menjadi memiliki identitas.

Alur Data adalah proses berjalannya sebuah data dari sumber ke tujuan melalui OSI layer. Jadi untuk mencapai tujuan sebuah data harus melalui lapisan-lapisan OSI terlebih dahulu.
1. Pertama-tama data dibuat oleh Host A. Kemudian data tersebut turun dari Application layer sampai ke physical layer (dalam proses ini data akan ditambahkan header setiap turun 1 lapisan kecuali pada Physical layer, sehingga terjadi enkapsulasi sempurna).
2. Data keluar dari host A menuju kabel dalam bentuk bit (kabel bekerja pada Physical layer).
3. Data masuk ke hub, tetapi data dalam bentuk bit tersebut tidak mengalami proses apa-apa karena hub bekerja pada Physical layer.
4. Setelah data keluar dari hub, data masuk ke switch. Karena switch bekerja pada Datalink layer/ layer 2, maka data akan naik sampai layer 2 kemudian dilakukan proses, setelah itu data turun dari layer 2 kembali ke layer 1/ phisycal layer.
5. Setelah data keluar dari switch, data masuk ke router. Karena router bekerja pada layer 3/ Network layer, maka data naik sampai layer 3 kemudian dilakukan proses, setelah itu data turun dari layer 3 kembali ke layer 1 , dan data keluar dari router menuju kabel dalam bentuk bit.
6. Pada akhirnya data sampai pada host B. Data dalam bentuk bit naik dari layer 1 sampai layer 7. Dalam proses ini data yang dibungkus oleh header-header layer OSI mulai dilepas satu persatu sesuai dengan lapisannya (berlawanan dengan proses no 1 ). Setelah data sampai di layer 7 maka data siap dipakai oleh host B.

Rabu, 21 Juli 2010

Model Referensi TCP/IP

Model referensi TCP/IP
Model Referensi Jaringan TCP / IP adalah standar komunikasi data yang dipergunakan oleh komunitas dalam proses tukar data dari komputer ke komputer yang lain dalam jaringan komputer.
Protocol ini merupakan :
1. Kumpulan protocol ( Protocol suite )
2. Protocol yang paling banyak digunakan
3. Standar jaringan terbuka bersifat independen terhadap mekanisme transport jaringan fisik yang digunakan.
Arsitektur protokol yang digunakan oleh Internet dan jaringan lainnya. TCP/IP dikembangkan sebelum model OSI . Namun lapisan pada TCP/IP tidak cocok seluruhnya dengan lapisan OSI. Protokol TCP/IP hanya dibuat 5 lapisan saja, yaitu: physical, data link, network, transport dan application. lapisan aplikasi pada TCP/IP mencakup 3 lapisan OSI teratas. Khusus layer ke 4, Protokol TCP/IP mendefinisikan 2 buah protokol yakni Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP). Pada lapisan ke 3, TCP/IP mendefiniskan sebagai Internetworking Protocol (IP).

1. Physical Layer
TCP/IP mendukung semua standar dan proprietary protokol lain. lapisan ini menentukan karakteristik media transmisi, rata-rata pensinyalan, serta skema pengkodean sinyal dan sarana sistem pengiriman data ke device yang terhubung ke network.
2. Data Link Layer.
Berkaitan dengan logical-interface diantara satu ujung sistem dan jaringan dan melakukan fragmentasi atau defragmentasi datagram.
Proses pengiriman dan penerimaan packet dapat dilakukan oleh software device driver dari network card/adapter yang digunakan. termasuk physical layer, yang terdiri dari komponen fisik seperti hub, repeater, kabel jaringan (UTP, fibre, coaxial), network cards, network connectors (RJ-45, BNC, dll) dan spesifikasi untuk sinyal (level voltase, frekuensi, dll).
3. Network Layer Internet Protocol (IP).
Awalnya ditujukan untuk mengirimkan packet antar host di sebuah jaringan. Pengembangan ke Internetworking, dimana jalur pengiriman packet dari sumber ke tujuan melalui routing. Beberapa protokol bagian dari IP yaitu ICMP (menyediakan informasi dianostik untuk pengiriman packet IP), IGMP (mengelola data multicast), protokol routing seperti BGP, OSPF dan RIP.
Berkaitan dengan routing data dari sumber ke tujuan. Pelayanan pengiriman paket elementer. Definisikan datagram (jika alamat tujuan tidak dalam jaringan lokal, diberi gateway = device yang menswitch paket antara jaringan fisik yang beda; memutuskan gateway yang digunakan). Pada lapisan ini TCP/IP mendukung IP dan didukung oleh protokol lain yaitu RARP, ICMP, ARP dan IGMP.
A. Internetworking Protocol (IP)
mekanisme transmisi yang digunakan oleh TCP/IP. IP disebut juga unreliable dan connectionless datagram protocol a best effort delivery service. IP mentransportasikan data dalam paket yang disebut datagram.
B. Address Resolution Protocol (ARP)
digunakan untuk menyesuaikan alamat IP dengan alamat fisik (Physical address).
C. Reverse Address Resolution Protocol (RARP)
RARP membolehkan host menemukan alamat IP nya jika dia sudah tahu alamat fisiknya. berlaku saat host baru terkoneksi ke jaringan.
D. Internet Control Message Protocol (ICMP)
suatu mekanisme yang digunakan oleh sejumlah host dan gateway untuk mengirim notifikasi datagram yang mengalami masalah kepada host pengirim.
E. Group Message Protocol (IGMP)
digunakan untuk memfasilitasi transmisi message yang simultan kepada kelompok penerima.
4. Transport Layer.
Pada lapisan ini terbagi menjadi dua, UDP dan TCP :
A. User Datagram Protocol (UDP)
protokol process-to-process yang menambahkan hanya alamat port, check-sum error control, dan panjang informasi data dari lapisan di atasnya.
B. Transmission Control Protocol (TCP)
menyediakan layanan penuh lapisan transpor untuk aplikasi. dikatakan protokol transport untuk stream yang reliabel. koneksi end-to-end dibangun di kedua ujung terminal sebelum mengirimkan data. (Connection Oriented).
Menyediakan layanan pengiriman pesan dari ujung ke ujung yang dapat dikategorikan sebagai:
A. Connection-oriented: TCP (byte-oriented) dan SCTP(stream-oriented)
B. Connectionless: UDP dan RTP (datagram)

5. Application Layer.
Mencakup presentation dan session layer dari model OSI, dimana layanan dari layer tsb disediakan melalui libraries. Data user dikirimkan melalui jaringan diterima melalui application layer, lalu diteruskan ke transport layer. Setiap aplikasi yang menggunakan TCP atau UDP, membutuhkan port sebagai identitas aplikasi. Port numbers (16 bit) digunakan oleh TCP atau UDP untuk membedakan setiap proses yang menggunakan layanan mereka.
1. Well known ports
0 s/d 1023 dipesan oleh Internet Assigned Number Authority (IANA) dan tidak bisa digunakan secara bebas.
2. Registered ports
1024 s/d 49151 tidak dikontrol oleh IANA tapi tidak bisa digunakan secara bebas karena sudah direserve oleh sistem computer.
3. Dynamic atau private atau ephemeral (short-lived) ports
49152 s/d 65535 bisa digunakan user secara bebas
Layer TCP/IP adalah kombinasi lapisan session, presentation dan application pada OSI yang menyediakan komunikasi diantara proses atau aplikasi pada host yang berbeda: telnet, ftp, http, dll.
Untuk mengontrol operasi pertukaran data, informasi kontrol serta data user harus ditransmisikan. proses pengiriman menggerakkan satu blok data dan meneruskannya ke TCP. TCP memecah blok data ini menjadi bagian kecil agar mudah disusun. Untuk setiap bagian kecil ini, TCP menyisipkan informasi kontrol yang disebut TCP header, yang akhirnya membentuk segmen TCP. Informasi kontrol dipergunakan oleh pasangan (peer) entiti protokol TCP pada host lainnya. item yang termasuk dalam header:
1. Destination port
saat entiti penerima TCP menerima segmen TCP, harus diketahui kepada siapa data tersebut dikirimkan.
2. Sequence number
TCP memberikan nomor yang dikirim secara bertahap ke port tujuan, sehingga jika destination menerima tidak sesuai dengan urutannya, maka entiti destination akan meminta untuk dikirim kembali.
3. Checksum
pada pengiriman segmen TCP diikutkan pula suatu kode yang disebut dengan segment remainder. Remainder TCP yang diterima akan dikalkulasi dan dibandingkan hasilnya dengan kode yang datang. Jika tidak sesuai, berarti terjadi kesalahan transmisi.
Protocol TCP / IP dikembangkan akhir 1970-an hingga awal 1980-an sebagai protocol standar untuk menghubungkan komputer dan jaringan membentuk sebuah jaringan luas. Protocol ini menggunakan skema pengalamatan sederhana yang disebut alamat IP yang mengizinkan ratusan juta komputer untuk saling berhubungan.
 Bersifat routable yang berarti protocol cocok untuk membuat jaringan yang heterogen.
Pengembang :
1. Internet Society ( ISOC )
2. Internal Architecture Board ( IAB )
3. Internet Engineering Task Force ( IETF )
Macam – macam protocol yang dapat berjalan di atas TCP / IP, skema pengalamatan dan konsep TCP / IP didefinisikan dalam dokumen yang disebut sebagai Request for Comments ( RFC ) yang dikeluarkan oleh IETF. Architecture TCP / IP menggunakan model referensi DARPA. Terdiri dari 4 lapis yang biasa disebut sebagai :
1. DARPA Model
2. Internet Model
3. DoD Model
Awalnya dikembangkan dari proyek ARPANET yang dimulai oleh Departemen Pertahanan AS.